Lagi SANGGAU DARURAT NARKOTIKA “11 KG SHABU NYARIS LOLOS DI POS PEMERIKSAAN LINTAS BATAS ENTIKONG“

IMG_20160418_170511[1]

Tersangka OBS ( Warga Negara Malaysia) pada saat Proses Pemeriksaan Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti di Kejari Sanggau

IMG_20160418_170455[1]

Tersangka HG ( Warga Negara Indonesia) pada saat Proses Pemeriksaan Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti di Kejari Sanggau

 

Pada hari Senin, 18 April 2016 Kejaksaan Negeri Sanggau telah melakukan proses penyerahan barang bukti beserta tersangka (Tahap II) dari penyidik Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat (BNNP) terkait kasus penyalahgunaan Narkotika yang dilakukan oleh tersangka OBS (Warga Negara Malaysia)  dan tersangka HG (Warga Negara Indonesia), yang diterima langsung oleh Erhan Lidiansyah, SH selaku Kepala Seksi Tindak Pidana Umum bersama  Tim Jaksa dalam perkara tersebut, yaitu Ulfan Yustian Arif, SH (Kasi Pemeriksa), M.Faidul Aliim Romas, SH, Lasido, SH, Murti Ari Wibowo, SH dan Adry Rinaldy, SH (Jaksa Fungsional).

Proses diatas menunjukkan bahwa Kabupaten Sanggau, khususnya Kecamatan Entikong yang secara teritorial berbatasan langsung dengan negara malaysia kerap menjadi pintu masuk peredaran NARKOTIKA berskala INTERNASIONAL, dimana setelah beberapa kasus berhasil diamankan  tidak membuat para BANDAR NARKOBA dari negeri tetangga tersebut menjadi jera, yang terbaru 11,2 Kilogram (KG) Shabu nyaris masuk melalui Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong, Kabupaten Sanggau.

Aksi kejahatan tersebut dapat digagalkan oleh Petugas pengawas dan Pelayanan Bea Cukai Entikong, dengan mengamankan dua pelaku yaitu OBS (Warga Negara Malaysia) selaku Bandar Narkoba dan HG (Warga Negara Indonesia) selaku sopir taksi yang diminta untuk mengantar OBS dari malaysia ke Indonesia. Modus tersangka OBS dalam upaya menyelundupkan Narkotika dimaksud adalah dengan cara shabu-shabu yang telah dibagi menjadi beberapa paket dibungkus dengan menggunakan almunium foil kemudian dimasukkan ke dalam barang elektronik (CPU, Speaker dan perangkat Water Purifier) yang semuanya disimpan ditempat penyimpanan dongkrak pada bagasi mobil.

Kedua tersangka tersebut diancam dengan pasal 114 ayat (2) Jo. pasal 132 ayat (1), pasal 113 ayat (2) Jo. pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2), pasal 115 ayat (1) Jo. pasal 132 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati dan denda maksimal Rp 10.000.000.000 (sepuluh milyar rupiah).