TERDAKWA TINDAK PIDANA NARKOTIKA DIVONIS MATI

  

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sanggau memberikan putusan hukuman Pidana mati kepada Suprayogi alias Yoyok dalam perkara Narkotika pada hari Rabu tanggal 21 November 2018 di Ruang sidang Pengadilan Negeri Sanggau. Suprayogi menjalani proses persidangan setelah ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat yang mendapati Yoyok membawa Shabu-shabu seberat 7,2 Kilogram dan 21.677 butir Ekstasi. Pada hari itu juga dibacakan Putusan pidana penjara selama 15 Tahun kepada Andi Alpen alias AA, rekanYoyok yang ikut diamankan oleh petugas BNN Pusat.

Dalam putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim I Ketut Somanasa, Yoyok terbukti melakukan pemufakatan jahat dengan menjadi perantara jual beli Narkotika jenis Shabu perbuatan tersebut melanggar Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam pertimbangan yang diuraikan Majelis Hakim, Yoyok dijatuhi hukuman mati karena selain dari berat Shabu dan jumlah ekstasi yang ditemukan dalam jumlah yang banyak juga karena sebelum ditangkap dan diproses Yoyok telah 3 (tiga) kali melakukan perbuatan menjadi perantara jual beli Narkotika dalam jumlah hampir sama dengan saat ia ditangkap.

Dalam persidangan sebelumnya, Yoyok menjadi perantara jual beli Narkotika karena disuruh oleh seseorang warga binaan dari dalam salah satu Rutan di Provinsi Kalimantan Barat yaitu M. Effendi. Atas pengakuan Yoyok, penyidik BNN Pusat kemudian melakukan pengembangan dengan menetapkan M. Effendi menjadi Tersangka dan pada saat ini M. Effendi tengah menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Dalam sidang pemeriksaan saksi dan terdakwa nanti tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya karena M. Effendi mengaku ia juga merupakan perantara oleh pengendali transaksi Narkotika jenis Shabu dan pil Ekstasi yang diduga juga merupakan salah satu warga binaan, terpidana mati kasus Narkotika.

Putusan terhadap Yoyok lebih tinggi dari Tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum R. Joharca Dwi Putera, S.H. pada tanggal 24 Oktober 2018. Penuntut Umum menuntut Yoyok dengan hukuman pidana penjara selama 20 Tahun, dan denda Rp. 1.500.000.000,- (satu milyar lima ratus ribu rupiah) subsidair 6 (enam) bulan penjara. Sedangkan untuk terdakwa Andi Alfen Alias AA’, Putusan majelis hakim sependapat dengan Tututan Jaksa yakni 15 (lima belas) tahun penjara dan denda Rp. 1.500.000.000,- (satu milyar lima ratus ribu rupiah) subsidair 6 (enam) bulan penjara. Terhadap putusan yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sanggau, Terdakwa Yoyok dan AA menyatakan pikir-pikir begitu juga dengan sikap Penuntut Umum yang menyatakan pikir-pikir.