TERPIDANA KORUPSI PENGADAAN ALAT KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) SANGGAU DI TANGKAP DI JAKARTA

  

  

Terpidana Korupsi Pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanggau An. Ir. Hari Liewarnata, MM alias Apin Anak Hian Fui ditangkap oleh tim dari Kejaksaan Negeri Sanggau Rabu, 6 Februari 2019 di salah satu apartemen di daerah Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat, Propinsi DKI Jakarta. Penangkapan tersebut dilakukan untuk menjalankan putusan tingkat Kasasi dari Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap.

Tim dari Kejaksaan Negeri Sanggau yang dipimpin oleh Adityo Utomo, S.H. selaku Jaksa Eksekutor bersama dengan Adhyaksa Monitoring Centre (AMC) telah mengintai keberadaan terpidana Apin selama beberapa waktu sebelum mengamankannya. Sebelumnya tim Eksekutor Kejaksaan Negeri Sanggau telah beberapa kali melakukan upaya baik komunikasi maupun mendatangi tempat tinggalnya, namun upaya tersebut tidak mendapatkan hasil, kemudian Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau meminta bantuan Adhyaksa Monitoring Centre (AMC) hingga akhirnya keberadaan terpidana Apin diketahui dan berhasil diamankan.

Dalam putusan pada tingkat Kasasi dari  Mahkamah Agung RI Nomor 1218 K/Pid.Sus/2018 atas perkara tindak pidana korupsi terhadap terpidana Ir. Hari Liewarnata, MM alias Apin Anak Hian Fui, memutuskan.  “Menolak permohonan kasasi dari pemohon Kasasi 1/terdakwa Ir. Hari Liewarnata, MM alias Apin Anak Hian Fui dan mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon II / penuntut umum, membatalkan putusan pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Pontianak Nomor 2 /Pid.Sus-TPK/2018/PT.PTK tanggal 14 Februari 2018 yang mengubah putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pontianak Nomor 34/Pid.Sus-TPK/2017/Pn. Ptk tanggal 5 Desember 2017”.

Dalam putusan tersebut Menyatakan terdakwa Ir. Hari Liewarnata, MM alias Apin Anak Hian Fui terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘korupsi secara bersama-sama, menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan pidana denda sebesar Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan, menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa untuk membayar uang pengganti Rp. 2.756.390.991 (dua milyar tujuh ratus lima puluh enam juta tiga ratus sembilan puluh sembilan ratus sembilan satu rupiah) dikompensasikan dengan uang yang dikembalikan kepada penuntut umum.

Setelah berhasil diamankan Tim eksekutor Kejaksaan Negeri Sanggau membawa terpidana An. Ir. Hari Liewarnata, MM alias Apin Anak Hian Fui menuju Bandara International Soekarno-Hatta Tangerang untuk selanjutnya menumpang pesawat menuju Pontianak, Kalimantan Barat sekira jam 17.55 WIB. Pada jam 18.30 WIB pesawat yang ditumpangi oleh Tim eksekutor Kejaksaan Negeri Sanggau beserta terpidana An. Ir. Hari Liewarnata, MM alias Apin Anak Hian Fui sampai di Bandara Supadio Pontianak, dan selanjutnya oleh Ulfan Yustian Arif, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sanggau terpidana Apin diserahkan ke Rutan Kelas II A Pontianak untuk menjalani masa hukumannya.